oleh

Kepala Staf Kodim 1310/Bitung Hadiri Rakor Presiden RI

Bitung – Rapat Koordinasi Presiden RI bersama Kepala-kepala Daerah dan Forkopimda melalui aplikasi zoom meeting, Presiden Joko Widodo menyampaikan dua hal penting yang akan dibahas, yakni berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi.

“Kenapa Covid-19 ?, karena kita tahu perkembangan Covid-19 di India, di India pada bulan oktober november dan januari berhasil melandaikan curvanya dan kuncinya adalah mikro lockdown. Sehingga kita adopsi di tempat kita menjadi PPKM skala mikro, saat itu di India berhasil menurunkan hingga 10.000 kasus perhari,” jelas Presiden.

Namun menurut Presiden RI Joko Widodo, terjadi lonjakan yang besar di India menjadi 350 ribu kasus aktif perhari.

“Ini yang menjadi kehati-hatian kita semuanya, sekecil apapun kasus aktif yang ada di provinsi dan di kabupaten/kota yang bapak, ibu pimpin jangan kehilangan kewaspadaan. Ikuti angka-angkanya atau kurva-kurvanya, ikuti harian dan begitu naik sedikit segerakan untuk ditekankan kembali agar terus menurun,” terangnya.

Lanjut Presiden, Menjelang libur panjang, dirinya mengingatkan untuk selalu berhati-hati karena kemungkinan akan terjadi kenaikan kasus.

“Ingat, tahun lalu ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melompat yang dimana libur Idul Fitri tahun lalu naik sampai 93 persen, libur agustus tahun lalu naik sampai 119 persen, libur oktober naik 95 persen dan libur tahun baru kemarin naik sampai 78 persen. Oleh sebab itu hati-hati,” tegasnya.

Berkaitan dengan ekonomi, tutur Presiden, dan melihat kondisi yang sekarang yang sedang dikerjakan dapat menekan lajunya penyebaran harian kasus Covid-19. Bulan Maret dan April ini sudah kelihatan ekonomi sudah hampir menuju pada kondisi normal, sehingga target secara nasional di tahun 2021 ini target pertumbuhan ekonomi 4,5 sampai dengan 5,5 persen itu bisa  dicapai dan itu dimulai sangat tergantung sekali pada pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2021.

“Artinya apa, april, mei dan juni ini sangat-sangat menentukan, kalau kita bisa menekan Covid-19 nya tanpa membuat goncangan di ekonomi maka inilah sebuah keberhasilan dan target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai, kalau itu bisa tercapai maka untuk kuartal yang berikutnya lebih memudahkan,” harapnya.

Ia mengajak kepada seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota mempercepat belanja Pemda. Belanja APBD segerakan, karena angka-angka yang saya lihat yang tinggi itu baru belanja pegawai tetapi juga baru di angka 63 persen. Belanja modal per maret baru 5,3 persen, padahal yang namanya perputaran uang disebuah daerah itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi.

“Saya sudah sampaikan kepada Mendagri untuk mengingatkan semua daerah agar mensegerakan belanja APBD, baik itu belanja aparatur dan belanja modal,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Staf Kodim 1310/Bitung Mayor Inf Hardi Gue menyampaikan, inti pada rapat tersebut, Presiden mengingatkan kepada para kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencegah terjadinya mudik lebaran karena dikhawatirkan bisa memicu terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

“Kita tidak ingin lonjakan kasus Covid seperti di India terjadi di Indonesia, seraya meminta agar semua pihak termasuk Kodim 1310/Bitung dan jajarannya, untuk tidak lengah dan melakukan berbagai cara dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga terjadi penurunan kasus Covid-19,” tutupnya

News Feed