Rapat Pokdarwis Maliambao, Angkat Potensi Wisata Hutan Mangrove dan Paralayang

Minahasa Utara194 Dilihat

 

Minut – Pemerintah Desa Maliambao dibawah kepemimpinan Hukum Tua Wasti Kainage bersama Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Maliambao yang diketuai Chrisvandi Tingehe, SM. menggelar Rapat yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 Maret 2023.

Rapat Koordinasi terkait objek wisata Hutan Mangrove yang berlokasi di Desa Maliambao, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki konsep pengembangan sebagai Desa Wisata. Keberadaan objek wisata Hutan Mangrove menjadi potensi wisata yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Maliambao. Bukan itu saja, Desa Maliambao juga memiliki potensi wisata Paralayang dengan pesona keindahan alam diketinggian dengan suasana perbukitan yang asri dan pemandangan tepi laut yang indah.

Hukum Tua Desa Maliambao, Wasti Kainage mengatakan, “Pengembangan Desa Maliambao menuju Desa Wisata dilakukan secara bertahap dengan menggali potensi objek wisata dengan konsep pengembangan desa yang memenuhi sejumlah unsur penting yang tidak lepas dari peran masyarakat dan dengan melestarikan seni budaya, tari dan musik unik khas Desa Maliambao”, ujar Hukum Tua, Wasti Kainage.

“Mengapresiasi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Maliambao dan masyarakat yang saling berinteraksi secara langsung di bawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian, serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai keterampilan dan kemampuan masing-masing, memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di Desa Maliambao, berupaya untuk meningkatkan pemahaman kepariwisataan, mewadahi peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan di Desa Maliambao dan meningkatkan nilai kepariwisataan serta memberdayakannya bagi kesejahteraan masyarakat”, ungkap Hukum Tua, Wasti Kainage.

“Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Maliambao yang nantinya menjadi Desa Wisata, memiliki tujuan untuk menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Nasional dan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan mendayagunakan aset dan potensi yang dimiliki juga untuk mendukung program, visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dibawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, S.E., MAP., MM., M.Si. dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H. untuk mewujudkan Minut Hebat, melalui perubahan untuk kemajuan dan kesejahteraan berlandaskan iman dan gotong royong, khususnya di Sektor Pariwisata”, tukas Hukum Tua, Wasti Kainage.

Baca juga:  Ketua DPRD Denny Lolong Serahkan Hasil Reses kepada Bupati Joune Ganda

Hutan mangrove termasuk salah satu sumber daya alam yang berpotensi sebagai wisata alam Desa Maliambao. Potensi itu sudah mulai dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) untuk memajukan pariwisata di Desa Maliambao. Desa Maliambao memiliki Kawasan hutan mangrove yang juga sebagai wisata alam dan dibuka untuk umum.

Ketua POKDARWIS, Chrisvandi Tingehe, SM. mengatakan, “Hutan mangrove berfungsi untuk menyelamatkan abrasi serta meningkatkan keanekaragaman fauna air pantai dan pohon-pohon dapat hidup dan produktif di daerah pantai. Pepohonan di hutan mangrove ini memiliki peranan penting, yakni bisa menahan arus air agar tidak terjadi abrasi pada daratan, bahkan bisa menahan gelombang tinggi. Selain itu, kawasan wisata hutan mangrove desa Maliambao, merupakan sumber daya alam yang nantinya dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Wisata hutan mangrove desa Maliambao, menjadi salah satu tujuan wisata. Wisata pesisir pantai hutan mangrove menyuguhkan keindahan alam yang eksotik. Pengunjung bisa menyusuri sungai dengan perahu, membelah hutan mangrove. Udara yang asri menambah daya tarik wisata hutan mangrove di Desa Maliambao.

Berwisata ke hutan mangrove dengan pesona rimbunnya hutan mangrove menjadi daya tarik bagi wisatawan. Pemerintah Desa dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Maliambao akan terus mengembangkan hutan mangrove agar lebih menarik sehingga lebih banyak kunjungan wisatawan”, ujar Ketua POKDARWIS, Chrisvandi Tingehe, SM.

Baca juga:  HUT Ke-38 Desa Mubune, Camat Parengkuan Apresiasi Sinergitas Masyarakat dan Pemerintah

Lanjutnya, “Selain wisata Hutan Mangrove, Desa Maliambao juga memiliki potensi wisata Spot Paralayang. Meski sudah layak untuk dijadikan spot Paralayang, tetap masih harus dilakukan pembenahan. Perlu dibenahi terkait masalah infrastruktur untuk sarana transportasi ke lokasi, agar saat kondisi hujan pengunjung masih bisa ke spot paralayang, juga untuk take off dan lending yang masih butuh pembenahan. Kami yakin, kedepan, spot Paralayang ini dapat menjadi tujuan wisata favorit kedepan sehingga dianggap perlu dukungan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Dengan mengidentifikasi potensi alam, sosial dan budaya yang ada di desa, potensi apa saja yang dimiliki oleh Desa didayagunakan sebagai potensi wisata atau daya tarik wisata, tentunya dengan memperbaiki fasilitas umum, menata pemukiman, menata lingkungan, tempat ibadah dan memperbaiki akses menuju dan di Desa Maliambao. Juga hal yang tidak kalah penting dalam penataan wilayah adalah membebaskan desa Maliambao dari sampah, terutama sampah plastik dan menyiapkan Sumber Daya Manusia, Kelembagaan dan Jaringan. Langkah ini meliputi pembuatan aturan main pengelolaan desa wisata, pembentukan badan pengelola, merancang program kerja untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang, mengembangkan jaringan dan kerja sama.
POKDARWIS bersama Pemerintah terus berupaya meningkatkan potensi pariwisata dan daya tarik wisata yang ada di Desa Maliambao dengan menyiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik bagi para wisatawan ketika berkunjung. Mari Jo Pasiar ka Maliambao”, ujar Ketua POKDARWIS, Chrisvandi Tingehe, SM. didampingi Pemasaran dan Humas POKDARWIS, Olvita Runtuwene, Amd. Keb.

(enol)