Search
Kamis 13 Agustus 2020
  • :
  • :

Bertambah 3, Total Positif Covid-19 di Tomohon 172 Orang

Yelly Potuh, SS Juru bicara Tim GTPP Covid-19 Kota Tomohon

 

TOMOHON – Berdasarkan data dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah diverifikasi dan dikonfirmasi oleh gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemerintah Kota Tomohon, maka Kasus Konfirmasi Positif di Kota Tomohon kembali bertambah 3 pasien baru.

 

“Sedangkan yang sembuh bertambah 3 orang. Total jumlah kasus konfirmasi Positif kini tercatat sebanyak 172 kasus yang tersebar di 5 Kecamatan yang ada di Kota Tomohon,” ujar Yelly Potuh,SS juru bicara tim gugus tugas melalui rilis resmi, Kamis (23/07/20).

 

Kata Yelly, kasus Suspek dilaporkan bertambah 3 pasien baru (seorang di antaranya telah meninggal dunia), dan berkurang 2 pasien (1 pasien Discarded dan 1 pasien lainnya terkonfirmasi positif).

 

“Total jumlah kasus Suspek di Kota Tomohon kini tercatat sebanyak 21 kasus (sebelumnya 20 kasus), terdiri atas 1 pasien dirawat mandiri, 11 pasien dirawat di RS, dan 9 pasien meninggal dunia. Hasil Swab Test sedang ditunggu,” terangnya.

 

Dijelaskannya, status pasien sebagai Suspek berdasarkan diagnosis awal belum berarti yang bersangkutan Positif covid-19, namun sebagai upaya pencegahan maka pasien tetap ditangani sesuai protokol covid-19 sebelum diterimanya hasil Swab Test.

 

“Kita selalu berharap hasil Swab Test pasien adalah Negatif, namun jika pun hasilnya Positif maka pasien sudah ditangani sesuai protokol yang berlaku,” ungkapnya.

 

Lanjutnya, gugus tugas meminta kerjasama yang baik dari semua pihak untuk tidak menyebarluaskan informasi, data, atau berita berkaitan dengan Penanganan dan Penyebaran COVID-19 di Kota Tomohon jika informasi, data, atau berita tersebut bukan informasi resmi yang telah diverifikasi dan berasal dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Pemerintah Kota Tomohon.

 

Berpedoman pada Surat Edaran Menteri Kesehatan nomor HK.02.01/ MENKES/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tertanggal 12 Maret 2020 yang menyatakan bahwa data dan identitas pasien tidak disebarluaskan ke publik.

 

“Untuk itu Gugus Tugas juga meminta kerjasama yang baik dari semua pihak untuk tidak mempublikasikan atau menyebarluaskan data dan identitas pribadi pasien covid-19 (seperti nama dan alamat lengkap) kepada masyarakat,” tandasnya. (redaksi)

 

          (update data sampai dengan Rabu, 22 Juli 2020 Pukul 22.00 WITA) Salam sehat