Search
Minggu 20 Januari 2019
  • :
  • :

Diduga Main Mata, BPN Minsel Terbitkan Sertifikat Tanpa Ada Pengukuran Pemdes Radey

Foto: ist

 

MINSEL – BPN Minsel atau Badan Pertanahan Minahasa Selatan diduga telah melakukan kesalahan dalam mengeluarkan Sertifikat atas satu bidang tanah yang berada di desa Radey Kecamatan Tenga Minsel.

 

Menurut penuturan Hukumtua Desa Radey Hartje Ransulangi kepada media ini, Selasa (06/11/18), bahwa penerbitan sertipikat atas kepemilikan satu bidang tanah atas nama Lefran Liwe belum ada pengukuran dari Pemerintah Desa (Pemdes) Radey.

 

Ransulangi menuturkan salah satu bidang tanah atas nama Lefran Liwe belum pernah di ukur oleh Pemerintah desa Radey.

 

“Memang untuk bidang tanah yang pertama sudah di ukur oleh Pemdes, namun untuk bidang tanah yang lain yang lokasi nya berdekatan dengan perusahan PT.Global itu belum diadakan pengukuran,” ungkap Hukumtua Desa Radey Hartje Ransulangi.

 

Dijelaskan Ransulangi kalau tanah tersebut oleh pemilik nya sudah dijual ke PT. Global dan yang anehnya tanah tersebut sudah memiliki sertifikat sedangkan belum pernah dilakukan pengukuran.

 

“Saya mendapatkan informasi kalau tanah tersebut sudah dijual ke perusahan pembuat tepung kelapa yakni PT.Global, namun sangat disayangkan kenapa tanah yang jelas belum diadakan pengukuran oleh Pemerintah desa sudah bisa dikeluarkan sertifikat,” terang Ransulangi.

 

Terpisah, kepala BPN Minahasa Selatan Denny Keintjem saat di konfirmasi media ini melalui akun messengernya terkait penerbitan sertifikat oleh BPN Minsel tanpa pengukuran Pemdes Radey, Kepala BPN Kentjem pun membantah kalau BPN mengeluarkan sertifikat tanpa adanya pengukuran Pemdes terlebih dahulu.

 

“Tidak mungkin kalau sudah dikeluarkan sertifikat tanpa ada pengukuran dari Desa,” tegas Kepala BPN Minsel Denny Keintjem.

 

Menurut hukumtua Desa Radey Ransulangi, dirinya sudah beberapa kali menghubungi Kepala BPN namun belum ada kejelasan terkait diterbitkan setifikat tersebut. (Hezky)