Search
Kamis 9 April 2020
  • :
  • :

Ini Himbauan Walikota Tomohon Terkait Virus Corona

Jimmy Feidie Eman saat diwawancarai awak media (Foto: speednews)

 

TOMOHON – Merebaknya penyebaran Virus Covid-19 di Indonesia maka Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak.CA, mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama pemerintah Kota Tomohon untuk mencegah penyebaran virus corona.

 

Walikota mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan agar dijauhkan dari dampak virus corona.”Doa adalah hal utama yang harus kita lakukan agar terhindar dari virus corona,” kata Eman.

 

Bagi seluruh masyarakat, tidak perlu panik secara berlebihan, namun kita dapat melakukan pencegahan
yang sederhana dengan cara: rajin mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, hindari menyentuh bagian wajah, terutama mata, hidung dan mulut.

 

Menghindari kontak langsung dengan orang lain, seperti tidak berjabat tangan secara langsung,  menjaga jarak dengan orang yang batuk/bersin, menjalankan pola hidup sehat, dengan makan makanan bergizi dan seimbang, berolahraga secara teratur serta istirahat secukupnya, menjaga lingkungan tetap bersih, untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di keramaian.

 

Bagi yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, untuk segera menginformasikan status
kesehatan di dinas kesehatan atau menghubungi hot line dinas kesehatan di nomor : 0815 2704 4277 dan di nomor 0813 5659 8800 atau menghubungi call center 112.

 

Jika merasa demam, batuk yang berkepanjangan, segeralah memeriksakan diri di puskesmas atau rumah
sakit terdekat.

 

Melakukan tindakan preventif (pencegahan) secara individu yang kita lakukan tidak hanya akan dapat
melindungi diri kita, tapi juga melindungi keluarga kita dan orang-orang terdekat.

 

“Mengharapkan dan mengingatkan kepada seluruh komponen masyarakat, agar jangan panik, tetap
waspada, dan mari bersama-sama kita lawan Corona,” kata Eman.

 

Kepada para Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah untuk mensosialisasikan, baik di SKPD masing-masing maupun di acara masyarakat/rukun/acara pernikahan/ syukuran HUT dan kegiatan2 di tempat-tempat ibadah Untuk mengganti jabat tangan kontak langsung dengan salam jarak jauh yakni dengan menangkupkan kedua tangan di dada masing-masng.

 

Sebelum dan sesudah ibadah di gereja/masjid atau acara ibadah umat agama lainnya, dianjurkan tidak bersalaman kontak jabat tangan langsung tetapi dgn salam jarak jauh antara sesama jemaat dengan Pendeta.

 

Jika ada jemaat yang suspect virus maka, dikuatirkan telapak tangan akan jadi media multiplikasi virus tsb.
Dalam acara pernikahan, hut, ucapan syukur, dll, dianjurkan tidak ada lagi jabat tangan kontak langsung dan juga memerlukan waktu lebih dari satu jam untuk mengantri.

 

Dan dalam antrian yang padat oleh karena para tamu yg berjubel saling berdekatan maka jika ada tamu pesta yg suspect virus maka virus bisa melompat dari orang tsb. ke orang2 lain yang semula sehat.

 

Dianjurkan budaya antrian tersebut. untuk diganti dengan kegiatan para pengantin dan ortu pengantin yang justru berjalan berkeliling mengunjungi para tamu yang sedang menikmati santapan di meja masing-masing. Para pengantin dan ortu dihimbau melakukan salam jarak jauh sambil berkeliling.

 

Jadi para tamu tidak lagi akan berdesak2an antri utk jabat tangan kontak langsung yang perlu waktu lama dan berpeluang virus menyebar. Sesudah pengantin berkeliling di meja tertentu, tamu sudah bisa pulang atau tunggu tergantung yang bersangkutan.

 

Para.pejabat, camat, lurah dan kepala.lingkungan agar mensosialisasikan himbauan ini kepada pimpinan gereja/masjid/vihara, tokoh2 masyarakat, para MC acara dan semua lapisan masyarakat.

 

Kepada seluruh masyarakat diharapkan untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan makan makanan bergizi.

 

Hmbauan juga kepada para orang tua peserta didik jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SKB, PKBM, LKP yang melaksanakan pembelajaran mandiri di rumah, agar tidak memanfaatkan waktu untuk berwisata, ke mall, tempat bermain atau tempat2 keramaian lainnya.

 

Orang tua jangan membawa anak-anak ke tempat-tempat ketamaian seperti mall, pertokoan dan tempat umum lainnya.

 

Diharapkan pula agar masyarakat kota tomohon tidak perlu panik namun tetap waspada, dan secara bergotong royong bersama pemerintah melakukan upaya-upaya antisipasi dan penanganan penyebaran virus COVID 19.

 

Tempat-tempat pelayanan umum dan tempat-tempat keramaian seperti pasar, supermarket, kantor, tempat ibadah, tempat bermain, taman, agar menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan.

 

Masyarakat agar mengikuti terus perkembangan informasi tentang COVID 19 melalui media yang ada sambil terus waspada terhadap hoax, serta memperhatikan setiap himbauan baik dari pemerintah pusat, oemerintah daerah maupun instansi teknis lainnya untuk dilaksanakan. (redaksi)