Search
Senin 3 Agustus 2020
  • :
  • :

ini Penjelasan Walikota Terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019

 

TOMOHON – Di rapat paripurna DPRD Kota Tomohon Wali Kota Jimmy Feidie Eman, SE.Ak.CA menjelaskan mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019.

 

Walikota menjelaskan Laporan realisasi anggaran (IRA), tahun 2019 secara umum adalah sebagai  berikut : realisasi pendapatan daerah sebesar Rp). 629.765.555.927,40  atau 93.32 % dari anggaran yang ditetapkan yaitu rp.674.857.813.664,00.

 

Pendapatan daerah tersebut berasal dari PAD yang terealisasi sebesar Rp. 41.703.826.008,40 – atau 57.80 %, pendapatan transfer terealisasi sebesar Rp. 579.116.897.701,- atau 98.27 % dan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar rp. 8.944.832.218,- atau 66.75 %.

 

Pada sisi belanja , realisasi belanja dan transfer adalah sebesar Rp. 654.691.557.993,- atau realisasi mencapai 93.15 % dari target yang ditetapkan yaitu Rp. 702.801.053.626,-

 

Sedangkan untuk komponen pembiayaan kami sampaikan sebagai berikut, realisasi penerimaan pembiayaan sebesar rp. 29.943.239.962,- yang merupakan angka Silpa di tahun anggaran 2018 yang lalu.

 

Sedangkan realisasi pengeluaran pembiayaan adalah sebesar rp. 2.000.000.000,- Sehingga tercatat pembiayaan netto sebesar rp. 27.943.239.962,-

 

Selanjutnya , dari total realisasi pendapatan daerah dibandingkan dengan total realisasi belanja daerah maka pemerintah Kota Tomohon mengalami defisit sebesar Rp. 24.926.002.065.60,-  Yang ditutupi oleh pos pembiayaan daerah yang berasal dari Silpa tahun anggaran 2018.

 

Maka berdasarkan perhitungan realisasi anggaran sebagaimana dijelaskan di atas , sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun 2019 adalah berjumlah Rp. 3.017.237.896.40,- .

 

Laporan perubahan saldo anggaran lebih (LPSAL) yang menyajikan informasi kenaikan atau penurunan saldo anggaran lebih tahun pelaporan dibanding tahun sebelumnya. Saldo anggaran lebih pada 31 desember 2019 sebesar rp. 3.017.237.896,40.

 

Posisi keuangan dalam neraca pemerintah kota tomohon pada tanggal 31 Desember 2019 untuk aset mencapai Rp. 1.632.473.451.001,28 yang terbagi atas aset lancar, investasi jangka panjang, dana cadangan dan aset lainnya.

 

Disamping aset pada neraca daerah terdapat komponen kewajiban dengan jumlah Rp. 21.225.711.841,40. Yang terdiri atas utang perhitungan pihak ketiga, utang beban, dan utang jangka pendek lainnya. Dan ekuitas berjumlah Rp.1.611.247.739.159,88

 

Laporan operasional (LO), yang menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh Pemkot Tomohon untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode pelaporan yang mencakup pendapatan-LO pendapatan transfer-LO dan beban .

 

Pendapatan LO Pemkot Tomohon 2019 adalah sebesar Rp. 635.037.772.117,40, yang  terdiri atas PAD-LO sebesar Rp. 47.188.049.688,40. Pendapatan transfer-LO sebesar Rp. 579.397.243.290  dan lain-lain pendapatan yang sah-LO sebesar Rp. 8.452.479.139.

 

Sedangkan beban-LO tercatat sebesar Rp. 638.000.666.223,59. Berdasarkan realisasi pendapatan-LO dan beban tahun anggaran 2019 dihasilkan defisit-LO sebesar Rp. -5.232.428.644,44.

 

Laporan perubahan ekuitas yang menyajikan informasi kenaikan dan penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, per 31 Desember 2019 laporan perubahan ekuitas Kota Tomohon sebesar Rp. 1.611.247.739.159,88.

 

“Apresiasi kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Tomohon beserta jajaran pemerintah  dan seluruh stakeholder  karena upaya dan jerih payah kita bersama dalam peningkatan pengelolaan keuangan daerah ke arah lebih baik,” ungkap Eman saat mengikuti rapat paripurna  dalam rangka mendengarkan penjelasan walikota mengenai Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019, Selasa (16/06/20). (redaksi)