Search
Minggu 29 November 2020
  • :
  • :

Jelang Debat, Ini Profil Calon Wakil Walikota Virgie Baker

 

TOMOHON – Siapa tak kenal dengan sosok Virgie Baker, SS MSi. Politisi nasional yang memiliki latar belakang jurnalis itu akan kembali menghiasi ruang publik Kota Tomohon.

 

Namun, kali ini, Virgie tidak tampil sebagai news presenter di Metro TV, tapi beliau akan menjadi salah satu kontestan dalam debat terbuka calon wakil walikota Tomohon untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Sabtu (21/11/20) sekiraPukul 15.00 Wita, hari ini.

 

Sebelum menuju arena debat, ini merupakan profil singkat pendamping calon walikota Jilly Gabriella Eman, SE MM. Virgie Baker atau VB dilahirkan dari pasangan berdarah kawanua yakni Alm K Baker berasal dari Kema, Minahasa Utara dan ibu bermarga Bororing-Rotti asli Tomohon.

 

Dia memiliki keluaga besar di Sarongsong, Kecamatan Tomohon Selatan. Kolega presenter kondang Natjwa Shihab itu, dilahirkan di Jakarta, 6 September 1975.

 

VB masuk dalam deretan calon wakil walikota dengan jejak akademik mumpuni. Dia menyelesaikan program sarjana atau S1 di Fakultas Sastra Jepang Universitas Indonesia di Tahun 1998, dan melanjutkan program Magister (S2) di Jurusan Komunikasi Media, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia pada tahun 2010.

 

Saat itu, sisi kerja keras seorang VB tersaji. Sementara mengenyam pendidikan S2, Virgie yang masuk skuad Tim Jenggala atau Tim Pemenangan Jokowi-JK tahun 2014 ini, sudah aktif bekerja di Metro TV.

 

“Saya memulai karir saya sebagai wartawan di TV Nasional Metro TV, sekaligus menjadi News Presenter di TV tersebut. Berkiprah sebagai profesional di Metro TV hingga saat ini, saya juga aktif dalam organisasi kepartaian yakni Partai Nasional Demokrat,” ucap VB kepada wartawan, belum lama ini.

 

Berada dalam ‘lingkaran’ Kuli Tinta, istri tercinta dari Aryo Widiardi dan ibu dari Treya dan Kimi, punya pengalaman liputan fenomenal. Virgie pernah ditugaskan meliput konflik Ambon tahun 2000, darurat militer di Aceh tahun 2003 dan Tsunami Aceh sekira tahun 2004.

 

“Itu membuka mata dan pikiran saya bahwa masih banyak tugas besar yang harus dilakukan. Karena politik ada perjuangan untk menegakkan kepentingan orang lain dan memperjuangkan nasib banyak orang,” tuturnya.

 

“Untuk itu semua, izinkan dan terimalah saya untuk bisa menjadi bagian dari keluarga besar warga Tomohon melalui pertarungan Pilwako 9 Desember 2020,” imbuh Sekretaris Pemenangan Ahok-Djarot tahun 2017 itu. (redaksi)