Search
Rabu 17 Juli 2019
  • :
  • :

Para Pedagang Buah Biang Kemacetan Pusat Pertokoan Amurang, Pol – PP Diminta Tindak Tegas

Para pedagan buah di Pusat pertokoan Amurang yang menggunakan fasilitas umum jadi penyebap kemacetan.

Minsel – Pasar adalah tempat untuk melaksanakan transaksi jual beli untuk masyarakat, tapi juga pasar jika tidak diatur penataannya dengan baik, akan menimbulkan kesemerawutan bahkan kemacetan.

Begitu halnya di Pasar Amurang, sejak dikelolah oleh PT.Cita Waya Esa (CWE), Kondisi pasar semakin acak – acakkan bahkan terkesan semerawut dan Asal Terima Setoran(ATS).

Dari hasil pantauan media ini Jumat(23/05/2019), tampak para penjual buah – buahan dengan menggunakan mobil menjajakan dagangannya dengan menggunakan badan jalan yang seharusnya untuk lintasan jalur kendaraan umum sehingga mengakibatkan kemacetan di pusat kota Amurang kusunya di depan pertokoan Rimond dan Falenta.

Menanggapi itu para pengendara mikrolet jalur Amurang – Tumpaan pun angkat bicara, menurut mereka kemacetan yang sering terjadi di pusat kota Amurang justru dikarenakan oleh para pedagang buah yang menggunakan mobil serta menjajakan dagangannya dengan memakan badan jalan.

“Kebanyakan petugas dan pengendara lain menuduh kita para sopir mikro yang menyebapkan kemacetan padahal justru para pedagang buah – buahan yang perlu ditertibkan, masa berdagang dengan menggunakan fasilitas umum dan parahnya di ijinkan lagi oleh petugas pasar.”ucap salah seorang sopir Mikrolet Jalur Amurang – Tumpaan yang tidak mau namanya di mediakan.

Para sopir mikro berharap agar pemerintah kabupaten Minsel melalui Dinas terkat yakni PT.CWE dan Satuan Pol – PP dapat menertibkan para pedagang bua tersebut.

“Kami berharap PT.CWE dan Satuan Polisi Pamong Praja dapat menertibkan para pedagang tersebut agar lalulintas pusat kota Amurang bisa lancar dan enak di pandang tidak semerawut, kalau sudah begitu kan kami para sopir mikro tidak dituding jadi penyebap kemacetan.”tandas sopir Mikro.

Pihak Kapas Amurang pun sulit ditemui guna meng konfirmasi terkait ijin lapak para pedagang bua tersebut.

(Hezky)




error: Content is protected !!