Search
Senin 22 Juli 2019
  • :
  • :

Pemkot Tomohon dan BPPT Tandatangani MoU

BPPT

Wawali SAS saat menandatangani MoU dengan BPPT (Foto: 545)

 

TOMOHON –  Kota Tomohon adalah satu-satunya Kota di Sulut yang menandatangani MoU dengan BPPT. Penandatanganan tersebut dilakukan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak melalui Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan (SAS) saat mengikuti rapat kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT Tahun 2019 di Rinra Hotel Makassar, Rabu (12/03/19). MoU tersebut terkait “Pinjam Pakai Lahan di Lahendong dari BPPT ke Pemkot Tomohon.”

 

“Intinya adalah pinjam Pakai Lahan di Lahendong dari BPPT ke Pemkot Tomohon. Lahan yang berlokasi di dekat Danau Linou ini akan di gunakan Pemerintah Kota Tomohon untuk kegiatan penunjang pariwisata di Kota Tomohon dan festival panas bumi,” ujar Kadis Ibu Jeane A Bolang, SH,MH yang turut mendampingi Wawali SAS.

 

Kepala BPPT, Hammam Riza membuka secara resmi gelaran yang mengusung tema Penguatan Kelembagaan, Pemberdayaan SDM dan Penajaman Program Kita Tingkatkan Peran BPPT dalam RPJMN 2020-2024.

 

Dalam sambutannya Hamman Riza mengatakan bahwa rapat kerja kali ini merupakan suatu hal yang penting dalam menentukan kebijakan, terutama dalam upaya meningkatkan peran dan kontribusi BPPT dalam pembangunan nasional guna peningkatan daya saing nasional dan kemandirian bangsa.

 

Dikatakannya, rapat kerja kali ini juga sangat penting dalam menentukan langkah kedepan, karena tahun 2019 ini merupakan akhir dari RPJMN 2015-2019 dan awal dari penyusunan Rancangan RPJMN 2020-2024.

 

“Kebijakan dan keputusan yang kita ambil dalam Raker ini, akan menjadi dasar seberapa besar BPPT akan berkontribusi dalam pembangunan nasional pada lima tahun mendatang dan mempercepat terciptanya Indonesia berdaya saing dan berdaulat berbasis iptek,” ujar Hammam.

 

Kebijakan Making Indonesia 4.0 yang telah dicanangkan pemerintah dalam rangka memasuki era revolusi Industri 4.0, menurut Hammam memerlukan berbagai kesiapan yang holistik mulai dari pembangunan dan penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan dan penguatan sektor iptek, kebijakan dan regulasi pendukung.

 

” BPPT sudah banyak menghasilkan produk inovasi teknologi yang telah dimanfaatkan dan diproduksi oleh pihak industri pengguna yang peluncurannya atau peresmiannya telah dan akan dilaksanakan pada  bulan Maret 2019 ini,” tandasnya.

 

“Guna mewujudkan Visi Indonesia Emas, serta menjadikan Indonesia maju dan mandiri, BPPT harus melanjutkan transformasi untuk menjadikan inovasi sebagai penghela pembangunan ekonomi nasional,” imbuhnya.

 

“Kami berharap kehadiran para pemimpin daerah di Sulawesi pada Raker BPPT ini menjadi ajang silahturami sekaligus media pengenalan tentang program dan kegiatan yang dilakukan BPPT dengan hasil-hasil inovasi teknologi yang telah dicapai dan layanan teknologi yang dapat diberikan BPPT,” harapnya.

 

Hadir dalam rapar kerja tersebut Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris, Gubernur Sulawesi Selatan Prod Dr Ir Nurdin Abdullah beserta jajaran, Dirjen Dukcapil Prof Dr Ir Zudan Arif, Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu.MA, Bupati Wajo, Bupati Barro, Bupati Toraja Utara, Bupati Tanah Toraja, Wakil Walikota Tomohon, Dirut Pertamina, Dirut PT PAL serta sekretaris utama dan para Deputi BPPT. (denny)

 

 




error: Content is protected !!