Search
Jumat 2 Oktober 2020
  • :
  • :

Pemkot Tomohon dan Jepang Bahas Strategi Pemasaran Michinoeki

Wali Kota Jimmy Eman saat memberikan sambutan (Foto: humas)

 

TOMOHON – Melalui seminar Pemkot Tomohon dan Kota Minamiboso Jepang membahas strategi pemasaran Michinoeki (Stasiun Jalan) di Kota Tomohon.

 

Seminar yang dilaksanakan di Hotel Villa Emita, Kamis (16/01/20) ini dihadiri dari Pemerintah Kota Minamiboso (Jepang) Mr. Fumio Kato (Biwa Club/JICA), Ms. Michiko Takahashi (Coordinator Consultant), Mr. Tsujigaki (Architec Consultant), Ms. Hamada (Consultant), Mr. Shoda (Interior Consultant). Dari BAPPEDA Sulawesi Selatan DR. Rudy Djamaluddin bersama tim serta Ketua DPRD Kota Tomohon Djemmy J. Sundah, SE.

 

Peserta berasal dari Stakeholder, para Pemilik Usaha Ekonomi Kreatif, serta Jajaran Pejabat dilingkungan pemerintah Kota Tomohon.

 

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak, CA mengatakan pembangunan infrastruktur jalan merupakan hal dasar yang dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lain dengan cepat dan mudah.

 

Dengan semakin baiknya infrastruktur jalan maka diperlukan lokasi-lokasi yang dapat menjadi tempat peristirahatan yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas yang berkualitas.

 

Menurutnya, Michinoeki di Kota Minamiboso Jepang merupakan stasiun jalan yang bertujuan untuk mengembangkan komoditas-komoditas unggulan dari daerah tersebut.

 

“Dan dalam perkembangannya, stasiun jalan ini kemudian berkembang menjadi lokasi rest area dan pusat perdagangan hasil pertanian,” kata Eman.

 

Dikatakannya, prinsip-prinsip dari pembangunan Michinoeki adalah menyediakan fasilitas untuk beristirahat (refresh), komunitas (community) dan pelayanan informasi (information).

 

“Michinoeki merupakan suatu konsep kerjasama pemerintah dengan swasta di mana masyarakat berperan secara independen dalam pengelolaannya,” terangnya.

 

Kata Eman, peran pemerintah kota adalah menyiapkan sarana dan prasarana penunjangnya, sedangkan peran masyarakat antara lain dalam penyediaan layanan seperti stand yang menjual produk-produk lokal seperti produk pertanian, makanan tradisional, kerajinan, barang kebutuhan pengendara selama dalam perjalanan dan lain-lain sebagainya.

 

Konsep Michinoeki oleh Kota Minamiboso Jepang inilah yang kemudian kita adaptasikan untuk stasiun jalan Kota Tomohon yang memiliki potensi tanaman hias dan sayuran organik.

 

“Stasiun jalan Kota Tomohon akan dibuat seperti kawasan rest area yang dilengkapi dengan gedung dengan berbagai fasilitas lainnya termasuk taman bunga dan area parkir yang memadai,” jelasnya.

 

Stasiun jalan ini nantinya akan memberikan pengendara dan pengunjung suatu pengalaman dengan ciri khas Kota Tomohon selama beristirahat berada di stasiun jalan, sementara disisi lain masyarakat mendapatkan keuntungan komersial melalui penjualan produk-produk unggulan.

 

“Dengan adanya stasiun jalan ini akan menuntut keterlibatan dan peran serta aktif dari masyarakat/stakeholder terkait, sehingga diharapkan tujuan pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja baru dapat terwujud, yang tentunya akan berkontribusi positif terhadap perekonomian di Kota Tomohon,” tandasnya.

 

Selain itu, dengan terbangunnya stasiun jalan, pemerintah Kota Tomohon menargetkan kenaikan pada produksi tanaman hias, sayuran organik serta jumlah wisatawan.

 

Menindaklanjuti kerjasama antara pemerintah Kota Tomohon dengan pemerintah Kota Minamiboso yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian dan JICA untuk pembangunan stasiun jalan/Michinoeki Kota Tomohon, pemerintah akan menkongkritkan pelaksanaan pembangunan stasiun jalan ini dan diharapkan dapat selesai tahun 2020 ini

 

“Pemerintah memohon dukungan dari masyarakat, untuk tempat sendiri akan berlokasi di Eks Pasar Bunga Kota Tomohon,” pungkasnya.

 

Dikatannya, selama kunjungan tim Minamiboso, telah dianalisa dan dibahas bersama antara tim pemerintah Kota Tomohon dan Minamiboso terkait hal-hal penting dalam pelaksanaan pembangunan dan konten-konten dalam stasiun jalan Kota Tomohon.

 

“Dalam pemaparan materi oleh tim Minamiboso menyampaikan bahwa dalam Michinoeki akan di bangun Rest (Hotel, Taman, Cafe, Spa), Mitigasi (Tempat Evakuasi), Pancaran Info (Pusat Informasi, Pameran), dan Koorporasi Daerah (Pasar, Penjualan Langsung, Koneksi Transport, Tempat Olahan, Restoran, Culture Fasility),” terangnya.

 

Terdapat 1.100 Michinoeki di Jepang, 19 di Thailand, 20 di Vietman, dan nantinya untuk pertama kalinya di Indonesia yakni di Kota Tomohon. (denny)