Search
Rabu 17 Juli 2019
  • :
  • :

Pemkot Tomohon Targetkan RSUD Anugerah Mendapat Penilaian Paripurna

RSUD Pratama

Wali Kota Jimmy Eman saat meninjau RSUD Pratama (Foto: humas)

 

TOMOHON – Pemkot Tomohon berharap hasil penilaian dari tim akreditasi ini bisa mendapatkan hasil yang baik. Targetnya adalah RSUD Anugerah mendapatkan penilaian Paripurna yang adalah tingkat tertinggi dari hasil penilaian. Tingkatannya adalah Tingkat Dasar, Tingkat Madya, Tingkat Utama dan Tingkat Paripurna.

 

Hal tersebut dikatakan Sekretaris daerah Kota Tomohon Ir Harold Vicktor Lolowang, Msc saat mendampingi Wali Kota  Jimmy Feidie Eman, SE.Ak.CA meninjau di RSUD Anugerah Tomohon, Rabu (12/06/19) kaitan dengan penilaian Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit atau SNARS yang dilaksanakan mulai 12 hingga 14 Juni 2019, Rabu (12/06/19).

 

“Pemerintah akan terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Tomohon dalam hal pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon ini seperti kenyamanan, kebersihan, dan pelayanan yang prima dan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

 

Ada 15 kriteria penilaian teersebut yaitu :

 

1.Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) 2.Hak Pasien Dan Keluarga (HPK) 3.Pendidikan Pasien Dan Keluarga (PPK) 4.Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien (PMKP) 5.Millenium Development Goals (MDGS) 6.Akses Ke Pelayanan Dan Kontinuitas Pelayanan (APK) 7.Asesmen Pasien (AP) 8.Pelayanan Pasien (PP) 9.Pelayanan Anestesi Dan Bedah (PAB) 10.Manajemen Penggunaan Obat (MPO) 11.Manajemen Komunikasi Dan Informasi (MKI) 12.Kualifikasi Dan Pendidikan Staf (KPS) 13.Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi (PPI) 14.Tata Kelola Kepemimpinan (TKP) 15.Manajemen Fasilitas Dan Keselamatan (MFK)

 

Tim Surveior KARS ( Komisi Akreditasi Rumah Sakit ) : dr. Hanun Ernatyyaswati, MARS selaku Ketua Surveior Akreditasi, dr. Gerald Mario Semen, SP. KJ dan Yana Zahara, S.Kep, M.Kep.

 

Hadir juga mendampingi Walikota, Kadis Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr. Deesje Liuw, M. Biomed serta jajaran, Direktur RSUD Anugerah Tomohon dr. Petrus Bororing serta seluruh jajaran RSUD.

 

Diketahui, Akreditasi rumah sakit merupakan sebuah proses penilaian dan penetapan kelayakan rumah sakit berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh lembaga independen akreditasi Kementerian Kesehatan.

 

Untuk melaksanakan proses akreditasi rumah sakit, Kementerian  Kesehatan kemudian menetapkan Komisi Akreditasi Rumah Sakit atau disingkat dengan KARS. Pada awalnya standar akreditasi rumah sakit mulai ditetapkan pada tahun 1995.

 

Seiring berjalannya pekembangan dalam dunia kesehatan, standar akreditasi rumah sakit kemudian diperbaharui  menjadi standar akreditasi versi 2012 yang disusun dan ditetapkan pada tahun 2012.

 

Dengan melihat pola tuntutan pelayanan rumah sakit yang semakin meningkat dan potensi pengembangan standar akreditasi yang diberlakukan untuk nasional, maka pada akhir tahun 2017 KARS telah menetapkan kebijakan baru mengenai  Standar Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1.

 

SNARS merupakan standar nasional akreditasi rumah sakit yang telah ditetapkan oleh KARS dan sudah mulai diberlakukan pada 1 Januari 2018 di seluruh Indonesia. (denny)




error: Content is protected !!