Search
Jumat 16 November 2018
  • :
  • :

Setelah Lebih Dari 40 Tahun, Akhirnya Jembatan Ranoiapo Amurang Dibongkar

Tim dari Balai jalan Sulut saat di wawancara Speednews dilokasi pembongkaran jembatan (foto: speednews)

 

MINSEL – Proyek pembongkaran jembatan “Patah” Ranoiapo yang terletak diantara dua Kelurahan yakni, kelurahan Rumoong Bawa dan Kelurahan Buyungon di Kecamatan Amurang dan Amurang Barat (Ambar) Minahasa Selatan sangat menyita perhatian warga masyarakat yang melintasi jalur tersebut.

 

Jembatan yang usianya lebih dari 40 tahun itu anjlok/patah konstruksinya akibat hantaman air yang sangat deras pada tahun 2000-an yang lalu.

 

Terpantau ratusan warga masyarakat baik yang melintas di jalur tersebut, ada juga yang sengaja datang untuk melihat secara langsung proses pembongkaran jembatan yang menjadi Icon Kota Amurang itu.

 

Saat di wawancara wartawan media ini kepada Bambang Waskito yang adalah salah seorang pengawas dari Balai jalan Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (02/10/18) dilokasi pembongkaran dirinya menjelaskan kalau hasil dari pembongkaran ini akan di inventaris setelah itu dikembalikan ke balai untuk kemudian dilelang melalui KWKNL.

 

“Kegiatan pembongkaran Jembatan Surat Perintah (SP)nya sudah ada, disini yang kita ambil besi dan bajanya untuk di inventaris kemudian diserahkan ke Balai untuk dimasukan dalam proses lelang,” ungkap Bambang Tim dari Balai jalan Provinsi Sulut.

 

“Dilokasi ini memang tidak terpampang papan proyek, untuk papan proyek sudah kita pasang di depan tugu Boboca Malalayang Manado,dikarenakan pelaksanaan pengerjaan¬† keseluruhan proyek di sepanjang¬† jalur jalan Nasional itu serentak,” jelas Bambang.

 

Diketahui sebagai pemenang tunggal pengerjaan proyek tersebut adalah PT.BERLIAN. (Hezky)