Search
Jumat 2 Oktober 2020
  • :
  • :

Distribusi BBM dan LPG Terganggu Akibat Banjir, Pertamina Gunakan Jalur Alternatif

 

 

BOLSEL – Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tergganggu akibat putusnya sejumlah jembatan dan ruas jalan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara karena banjir bandang, namun Pertamina tetap berkomitmen untuk mengantarkan BBM dan LPG dengan mengoptimalkan jalur alternatif yang tersedia.

 

Distribusi BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.95709 di Molibagu Bolsel tidak mengalami kendala. Pasokan BBM ke SPBU tersebut dipasok dengan menggunakan Mobil Tangki (MT) berkapasitas 2 x 8 kilo liter (KL) dari Integrated Terminal (IT) Bitung. Rata-rata konsumsi BBM di Kabupaten Bolsel sendiri diperkirakan 16 KL/hari.

 

Sedangkan pasokan LPG 3 kilogram (kg) ke Kabupaten Bolsel mengalami kendala akibat putusnya Jembatan Sinandaka, terutama untuk Kecamatan Posigadan dan sejumlah desa di Kecamatan Bolaang Uki. Untuk kondisi normal, pasokan LPG 3 kg di dua daerah terisolir tersebut didatangkan dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kota Kotamobagu dengan rata-rata konsumsi LPG mencapai 600 tabung/hari atau 1,8 metric ton (MT)/hari.

 

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, Laode Syarifuddin Mursali, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi yang intensif kepada pihak terkait agar kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG tetap bisa terpenuhi. “Pertamina telah membuka komunikasi dengan Bupati Bolsel, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), maupun stakeholder lainnya yang terkait agar distribusi BBM dan LPG tetap dapat berjalan,” jelasnya.

 

Dari hasil koordinasi tersebut, lanjut Laode, diputuskan bahwa distribusi LPG untuk kecamatan terisolir disalurkan menggunakan kapal yang dipinjamkan oleh Bupati Bolsel. “Dengan pinjaman kapal dari Bupati Bolsel, LPG 3 kg bisa tersampaikan,” lanjut Laode.

 

Selama masa pemulihan pasca bencana banjir bandang di Kabupaten Bolsel, Pertamina telah menyalurkan BBM sebanyak 16 KL/ hari dan 1.680 tabung LPG/hari guna menjamin pasokan dan stabilitas harga di wilayah tersebut.

 

Laode menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap bijak dalam menggunakan LPG serta melaporkan jika ditemukan adanya penyalahgunaan konsumsi BBM dan LPG di lapangan. “Masyarakat bisa melaporkan penyalahgunaan tersebut ke Call Center Pertamina 135,” pungkasnya. (redaksi)