Search
Rabu 17 Juli 2019
  • :
  • :

Ketua DPRD: Kegiatan Seremonial Dikurangi, Pembangunan SDM Ditingkatkan

Ir Miky Wenur saat memimpin rapat (Foto: speednews)

 

TOMOHON – Dalam rapat pembahasan Pokok-Pokok Pikiran terkait Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan 2019 bersama Pemkot Tomohon di Ruang Sidang Kantor DPRD Tomohon, Jumat (31/05/19) Ketua DPRD Ir Miky Wenur memberikan pokok-pokor pikirannya salahsatunya, terkait dengan kegiatan yang sifatnya seremonial.

 

“Pertama didalam APBD 2019 ini ada banyak program yang sudah kita masukan, terutama berawal dari penyusunan APBD yang sudah dilakukan untuk APBD 2019 ini, juga kita mendasari penyusunan APBD ini dari hasil pendapat BPK di tahun 2018 yang lalu. Dan ada beberapa poin yang menjadi catatan penting yang kita sudah akomodir di dalam APBD 2019 ini diantaranya mengurangi kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial,” ujar Wenur .

 

“Yang mau dikritisi adalah mengurangi kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial, dan saya kira didalam APBD 2019 ini sudah menjadi catatan penting bagi kita saat penyusunan,” terangnya.

 

Dikatakannya, ini adalah salahsatu pokok pikirannya yang menurutnya harus terus menerus dipertajam didalam APBD 2019. Itu sudah mulai dan menurutnya harus terus dipertajam supaya didalam perubahan APBD 2019, mengingat pembiayaan sudah mendapat SILPA tapi banyak hal yang lalu yang sempat pending tidak bisa dilaksanakan karena dalam rangka pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.

 

“Berarti kalau itu urgen kita harus lakukan sekarang di APBD Perubahan, karena itu poin yang sudah diangkat oleh BPK, ini harus dipertajam lagi untuk APBD Perubahan supaya betul-betul nanti dalam penyusunan APBD Perubahan kegiatan seremonial ini ditekan lagi,” jelasnya.

 

“Ternyata saya masih melihat di APBD induk itu masih ada, ya mungkin waktu yang lalu kita tidak sempat, tetapi sebenarnya ini kan sudah disampaikan kepada pemerintah kota, dan saya lihat masih ada saja kegiatan yang cenderung sifatnya seremonial, satu dua mungkin masih bisa kalau memang itu penting tapi kalau itu kurang bermanfaat baiknya itu ditiadakan atau dikurangi,” tandasnya.

 

Selain itu, Ir Miky Wenur memberikan pokok pikirannya terkait dengan pembangunan. Pembangunan inrastruktur di Kota Tomohon sudah cukup baik dan anggarannya cukup tinggi dan memadai.

 

“Kita tentu tetap mempertahankan itu supaya pembangunan terus dilakukan, tetapi saya ingin di mulai dari APBD Perubahan ini kita juga lebih mengangkat terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM).

 

Jadi disamping pembangunan infrastruktur yang sudah baik harus juga didorong supaya pembangunan terhadap SDM harus ditingkatkan. dan itu berarti melalui pelatihan-pelatihan dengan catatan tepat sasaran. “Tidak bisa membuat program lagi berdasarkan proyek, yang penting anggaran terserap, tentunya harus ada input dan outputnya,” terangnya. (denny)

 

 

 

 

 




error: Content is protected !!