Search
Senin 25 Januari 2021
  • :
  • :

KPU Tomohon Gelar Simulasi Pungut Hitung di TPS

Simulasi pungut hitung Pilkada Tomohon 2020 di TPS (Foto: ist)

TOMOHON – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon melaksanakan Simulasi pungut hitung Pilkada serentak Kota Tomohon 2020  di di Anugerah Hall Tomohon, Rabu (18/11/20). Simulasi dirancang sama persis pada saat pemilihan nanti dengan melibatkan KPPS di Kelurahan Paslaten Satu TPS 6.

Ketua KPU Kota Tomohon Drs Haryyanto Lasut, MAP melalui komisioner Stenly Kowaas,SP mengatakan simulasi ini akan menentukan mekanisme sesuai aturan pelaksanaan berstandar terjaminnya kesehatan masyarakat dalam proses pungut hitung di TPS.

“KPU tentunya menjamin masyarakat untuk dapat menyalurkan hak politiknya di TPS, sehingga tidak perlu khawatir dan takut karena prosesnya mengutamakan protokol kesehatan pencegahan covid-19,” ujar Kowaas.

Meurut Kowaas, simulasi pungut hitung yang dilaksanakan hari ini menjadi fondasi yang sangat berharga untuk penyelenggara agar supaya dalam pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal 9 desember nanti, KPU dapat memperoleh gambaran hal konkret di lapangan apa yang perlu dipikirkan dan dibenahi agar pada saat proses pungut hitung nanti dapat berjalan lebih baik lagi.

“Dengan begitu, masyarakat kota Tomohon sudah bisa mendapatkan informasi bahwa seperti apa suasana di TPS pada pemungutan suara nanti,” ucap Kowaas. 

Simulasi juga dilakukan pengamanan oleh petugas kepolisian,  dan semua tahapan simulasi ini seperti proses pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada Rabu , 9 Desember 2020 mendatang.

 

Kata Kowaas simulasi tersebut melibatkan  Komisioner KPU, PPK, PPS dan KPPS serta pengawasan oleh pihak Bawaslu.

 

“Simulasi ini untuk memastikan KPU dalam pungut hitung yang akan dilaksanakan  Rabu 9 Desember 2020 mendatang, melalui simulasi  tersebut juga kita dapat melihat kejadian khusus seperti pemilih yang datang dengan hanya membawa e-KTP dan tidak masuk dalam DPT maupun DPTb bagaimana langkah-langkah yang dilakukan penyelenggara,” Katanya.

 

Ia juga mengatakan pemahaman petugas KPPS penting agar Pilkada berlangsung lancar maka acuanya harus pada PKPU. Selain itu Pemilih datang ke TPS Wajib mengunakan masker, membawa kertas Undangan pemilih dan membawa KTP Asli.

 

Kowaaas menegaskan Simulasi ini juga akan mengukur waktu di TPS dimulai saat pencoblosan hingga perhitungan suara seberapa panjang durasi yang di perlukan.

 

“Dari simulasi dapat menghitung durasi sejak TPS di buka pada pukul 07.00 dimulai dari pengucapan sumpah hingga  penandatangan kertas surat suara waktu yang di perlukan lebih dari satu jam, pada saat pencoblosan rata-rata pemilih memerlukan waktu antara 2 hingga 6 menit, selain itu untuk waktu pemilih datang Ke TPS dari pukul 07.00 hingga 13.00 wiba, ” jelasnya.

 

Dalam Simulasi ini juga juga dilakukan penerapan protokol kesehatan mulai dari  penyiapan tempat cuci tangan, hansanitizer , sarung tangan plastik untuk pemilih serta pengaturan jarak kursi bagi pemilih yang disiapkan hanya 50 kursi saja. (adve/lipsus)