Search
Jumat 30 Oktober 2020
  • :
  • :

PJS Meki Onibala Buat Sensasi Karena Melantik Para Pejabat Hukum Tua Baru

MINSEL-. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menugaskan 137 penjabat sementara (Pjs) kepala daerah yang terdiri atas 4 Pjs Gubernur dan 133 Pjs Bupati/Walikota yang diangkat karena kepala daerah definitif harus cuti di luar tanggungan negara karena mengikuti Pilkada 2020.

 

Dalam surat keputusan (SK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang penunjukan Pjs Bupati Minahasa Selatan, Meiki Onibala dalam salah satu tugas dan wewenangnya diminta untuk melakukan pengisian pejabat berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

 

Namun hal berbeda terjadi pada Senin (12/10) malam kemarin, dimana Pjs Bupati Minsel Meiki Onibala melakukan pergantian tanpa adanya rekomendasi dari Mendagri.

 

Pernyataan ini dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah, Ferdinand R. Tiwa saat ditemui sejumlah wartawan, pada Selasa (13/10/2020).

“Tidak boleh ada pergantian tanpa ada persetujuan tertulis dari Mendagri. BKDD Minsel tidak pernah memproses adanya rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri,” jelas Tiwa.

 

Hal senada pun diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minsel, Hendrie Lumapow.

 

“Dinas PMD Minsel tidak pernah memproses penggantian Penjabat Hukum Tua. Camat-Camat pun sudah saya cek tidak ada melakukan pengusulan ataupun mengeluarkan rekomendasi adanya penggantian Pejabat Hukum Tua,” ujarnya.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Minsel, Denny Kaawoan di ruang kerjanya kepada wartawan mengaku tidak mengetahui ada penggantian.

 

“Saya tidak mengetahui, saat ini saya masih menunggu penjelasan Asisten I Pemkab Minsel yang hadir dalam kegiatan semalam,” kata Kaawoan.

 

Sangat disayangkan, Pjs Bupati Minsel Meiki Onibala sejak pagi hari sampai berita ini diturunkan tidak bisa ditemui baik di Kantor Bupati Minsel ataupun di Rumah Dinas Bupati Minsel.

 

Bahkan nomor telepon Pjs Bupati Minsel,+62 812-4474-660, tidak bisa dihubungi. (**ever)