Search
Kamis 22 Oktober 2020
  • :
  • :

Bawaslu Minut Temukan Beberapa Persoalan di Tahapan Coklit

Komisioner Bawaslu Minut,  Rahman Ismail SH

 

Minut – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang di kepalai Simon Awuy bersama jajarannya mengawasi pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit), pemutakhiran dan pendaftaran pemilih yang dilaksanakan dari 15 Juli-13 Agustus 2020.

Setelah tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang di laksanakan KPU Minut berakhir, ditemukan terdapat sejumlah 43 pemilih pemula yang tidak terdaftar di dalam formulir model A-KWK. Kemudian terdapat 13 pemilih yang belum berusia 17 tahun, namun sudah menikah akan tetapi tidak terdaftar dalam formulir model A-KWK.

Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy melalui Kordiv Pengawasan Humas dan Hubal Rahman Ismail menjelaskan, “Ini tentunya berdampak pada pengulangan pekerjaan yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih dan PDK, untuk menambahkan pemilih yang telah memenuhi syarat ke dalam form A-KWK yang seharusnya telah diselesaikan pada saat proses singkronisasi data”, ujar Rahman Ismail SH pasa Selasa, 18 Agustus 2020.

Lanjutnya, “Selain itu, ada pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019 lalu tidak terdaftar dalam form model A-KWK sejumlah 18 pemilih, dan ada 4 pemilih dalam satu keluarga namun berbeda TPS. Keseluruhan data yang ditemukan ini adalah hasil dari uji petik yang dilakukan Bawaslu Minut dan jajarannya diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Minut.

KPU melalui keputusan KPU RI NOMOR 335/HK.03.1-Kpt/06/KPU/VII/2020 menetapkan Daftar Pemilih Model A-KWK sebagai informasi yang dikecualikan dilingkungan KPU, agar pengawas pemilih dapat melakukan pengawasan dan analisis secara menyeluruh dan komprehensif.

Keterbukaan data dan informasi antara penyelenggara Pemilu adalah hal yang sangat penting, mutlak dibutuhkan dan harus menjadi perhatian bersama. Keterbukaan informasi antara penyelenggara pemilihan menjadi kunci terwujudnya daftar pemilih yang akurat, mutakhir dan komprehensif”, tukas Rahman Ismail SH.

rei