Search
Senin 22 Juli 2019
  • :
  • :

KPU Minut Sosialisasi Pemilu 2019 di Pasar Tradisional Airmadidi

Ketua Divisi Parmas dan SDM KPU  Kabupaten Minahasa Utara  Hendra Lumanauw saat mendampingi Relawan Demokrasi Basis Komunitas di saat Sosialisasi

 

Minut – Sejak di lantik pada Januari 2019 lalu oleh Ketua KPU Minut Stella Runtu, Relawan Demokrasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa Utara yang di bagi dalam 11 basis, yaitu keagamaan, keluarga, komunitas, perempuan, warganet, marginal, pemula, kebutuhan khusus, pemilih disabilitas, pemilih muda, dan relawan demokrasi, Relawan Demokrasi terus bekerja mensosialisasikan Pemilu Pesta Demokrasi yang sudah di depan mata.

Terbukti, Tim Relawan Demokrasi KPU Minut Basis Komunitas yang di kepalai Jemmy Rembet, turun langsung mensosialisasikan Pemilu di Pasar Tradisional Airmadidi pada Kamis, 14 Maret 2019.

Ketua Divisi Parmas dan SDM KPU Kabupaten Minahasa Utara  Hendra Lumanauw mendampingi Relawan Demokrasi Basis Komunitas mensosialisasikan Pemilu kepada pedagang dan pembeli yang ada di pasar tradisional Airmadidi.

 

Ketua Divisi Parmas dan SDM Hendra Lumanauw saat  Sosialisasi.

“Tugas Relawan Demokrasi, kami sebagai subjek, melakukan sosialisasi dan pendidikan kepada pemilih dengan tujuan meningkatkan partisipasi pemilih dan menurunkan angka suara tidak sah. Kami mensosialisasikan kepada masyarakat tentang apa yang telah dijalankan oleh KPU, serta menjelaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi”, ujar Hendra Lumanauw.

Lanjutnya, “Kami Relawan Demokrasi tetap bersikap independen, imparsial dan non partisan. Dalam sosialisasi, kami Relawan Demokrasi menjelaskan tentang bagaimana pentingnya berpartisipasi dalam Pemilu, tentang kapan waktunya, jam, lokasi dan semua di ingatkan sampai ke tingkat bawah.

Apalagi, pemilu tahun ini ada lima jenis surat suara, yakni untuk memilih pasangan calon presiden/wakil presiden, calon anggota DPR RI, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, calon anggota DPRD provinsi, dan calon anggota DPRD kabupaten/kota.

Kami menstimulir “wajib pilih” untuk datang memilih di TPS. Ini kunci akhir yaitu harus memilih. Meyakinkan masyarakat. Karena ada warga yang apatis bahkan pasif, sehingga harus lakukan pendekatan. Kami pun tidak selalu tampil dengan gaya monoton secara formil, tapi bisa juga santai melakukan diskusi, game dan sebagainya,” jelas Hendra Lumanauw.

Di kesempatan yang sama, Koordinator Relawan Demokrasi Basis Komunitas Jemmy Rambat mengatakan “Memilih tempat pasar tradisional Airmadidi di karenakan masyarakat yang beraktifitas sehari-hari di pasar tentunya jarang sekali mendapat informasi tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Untuk itu Relawan Demokrasi Basis Komunitas memilih pasar airmadidi untuk sosialisasi tentang pemilu”, ujar Jemmy Rembet di dampingi Randy Lensun,  Akbar Kasim dan Enold

Salah satu pedagang kue, Since Wuisan (40thn), warga Kauditan mengatakan, “Saya sangat senang dengan adanya sosialisasi ini. Dengan sosialisasi pemilu ini saya menjadi tahu dan mengerti tentang Pemilu, sehingga saya menjadi sangat bersemangat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), menggunakan hak pilih saya pada Pemilu 17 April 2019 mendatang”, ungkapnya antusias.

reinold




error: Content is protected !!