Search
Senin 28 September 2020
  • :
  • :

Olvy Kalengkongan : Terapkan Pembelajaran Daring dan Luring

Kepala Dinas Pendidikan Minut Olvy Kalengkongan SPd

 

Minut – Di saat pandemi Covid-19 ini, guru dihimbau untuk kreatif dengan sistem pembelajaran daring. Artinya tidak selalu harus daring, karena pembelajaran juga bisa dilaksanakan melalui sistem luar jaringan (luring). Kemampuan siswa itu berbeda-beda. Jadi bagi mereka yang tidak mampu, guru harus berinisiatif melaksanakan luring. Intinya, jangan sampai belajar di saat pandemi Covid-19 ini jadi beban siswa.

Hal ini di katakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Olvy Kalengkongan SPd kepada awak media pada Rabu, 05 Agustus 2020.

“Sejak pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak kegiatan belajar sekolah dilakukan secara daring atau dalam jaringan internet. Namun beberapa daerah yang tidak terjangkau internet, itu bisa dilakukan dengan cara luring atau luar jaringan berupa menggunakan media lain seperti televisi, radio dan bisa kumpul bersama dalam kapasitas siswa yang terbatas terbatas”, ujar
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Olvy Kalengkongan SPd.

Lanjutnya, “Luring bisa dilakukan mengingat sebagian besar wilayah di Minut khususnya kepulauan Likupang belum seluruhnya bisa diakses internet. Kegiatan ini pun bisa dilaksanakan mengingat sebagian besar siswa kurang mampu, tidak memiliki ponsel maupun laptop untuk kegiatan daring dari rumah.

Belajar dari rumah tidak selamanya harus daring. Guru juga bisa turun lapangan dengan mengumpul anak siswa, tapi jumlahnya jangan terlalu banyak dan gunakan protokol kesehatan”, tutur Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Olvy Kalengkongan SPd.

“Pelaksanaan luring ini sudah disampaikan kepada setiap sekolah SD dan SMP yang ada di Kabupaten Minut. Bahkan, guru yang melaksanakan daring dan luring, wajib memasukkan laporan setiap 2 minggu sekali ke Dinas Pendidikan Minut

Laporan ini penting bagi guru karena itu juga merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi guru. Kami siap memberikan sanksi bagi guru yang tidak pernah melakukan kedua cara pembelajaran tersebut. Salah satu sanksinya berupa tidak mendapat tunjangan sertifikasi. Jika guru tidak lakukan, maka akan ada pembinaan dari kami”, tukas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Olvy Kalengkongan SPd.

rei