Search
Selasa 12 November 2019
  • :
  • :

Karinda Terima Aspirasi di Puskesmas Tuminting

 

Karinda

Anggota DPRD Sulut James Karinda saat reses di puskesmas Tuminting (foto:ist)

 

SULUT – Kegiatan Masa Reses II Anggota DPRD Sulut James Karinda mengambil titik di Puskesmas Tuminting, Rabu (29/08/18) pagi. Pada kegiatan reses tersebut James Karinda mendapat banyak masukan terkait pembenahan infrastrukur Puskesmas, kesehatan dan pendidikan.

 

Salahsatunya, Danny Kumajas selaku Camat Tumunting mengungkapkan bahwa di Puskesmas Tuminting adalah Puskesmas yang menjadi andalan di bagian Utara. “Puskesmas Tuminting merupakan puskesmas yang terbaik di Kota Manado dan sekecamatan yang menjadi andalan di bagian utara, dan dari dinas kesehatan perlu di tingkatkan, puskesmas ini bisa menjadi rawat nginap dan perannya cukup baik, perlunya juga tambahan tenaga kerja untuk puskesmas ini,perlu juga rumah para dokter dan perawat di dekatkan di puskesmas,” jelas Kumajas

 

Lanjutnya, untuk masalah Pendidikan, khususnya di SMP 5 merupakan perioritas setiap penerimaan membludak, untuk ruangan kurang, “Kegiatan belajar mengajar lainnya di pakai ruang kantor camat untuk kegiatan Belajar mengajar, dan untuk SMU 3 daj SMK 8 agar pemerintah bisa meningkatkan kapasitas sekolah yang ada,” pungkasnya.

 

Begitu juga Srimulyati sebagai bidang mengusulkan untuk tunjangan resiko. Lainnya dengan Amina sasamu sebagai kader mengeluhkan soal kursi dan meja yang sudah 12 tahun hanya pinjam saja di tetangga Sama halnya dengan ibu Dolly Pananginan kader, lingkungan IV yang mengeluhkan meja dan kursi

 

“Kami tidak ada meja, padahal kami melayani imunisasi, timbangan,pemberian bahan makanan,pemeriksaan ibu hamil, dan kami berharap kader di kecamatan Tuminting mendapat tunjangan,kejahteraan parah kader,” pungkas Dolly saat reses anggota DPRD Sulut James Karinda.

 

Ada juga kepala Lingkungann IV Jefry Pasak mengeluhkan masalah mutu pendidikan sekolah TK Paud di lingkungan IV. “Sudah cukup lama, tempat mereka sangat prihatin, padahal murid yang ada di TK terserbut terbilanh banyak, sekarang ini mereka belajar di puskesmas, ruangan yang seharusnya tidak layak untuk di jadikan tempat belajar, kalau bisa mereka bisa dapat tempat yang lebih layak,” terang Pala Lingkungan IV ini.

 

Dan untuk Caroline Sangkilan,mengeluhkan soal puskesmas pembantu di maasing yang saat ini jarang ada pelayanan dan sering masuk air, “Kami meminta agar pemerintah bisa memperhatikan puskesmas itu,” terang Caroline.

 

Menanggapi keluhan dari masyarakat Ketua Komisi IV James Karinda mengatakan untuk puskesmas pembantu akan disampaikam ke pemerintah kota dan pemerintah provinsi yang ada, dan untuk masalah TK Paud di provinsi ada anggarannya dan akan di bantu secepatnya,

 

“Untuk masalah kader memang tidak mendapatkan honor, ini hanya untuk kepada orang yang berhati nurani untuk melayani bayi tanpa di gaji, dari dasar hukum memang tidak ada pembayaran THL tapi saya akan mengusahakan untuk membicarakan dengan pemerinta agar bisa mendapat tunjangan,akan di usulkan secepat mungkin, begitu juga untuk tunjangan pegawai, resiko pegawai,tidak ada anggran di bayar kalau tidak harus di tahta di APBD, aspirasi ini akan di sampaikam,akan diskusikan dengan dinas kesehatan provinsi,” jelas Karinda. (ika)