Search
Sabtu 20 Juli 2019
  • :
  • :

SAS Hadiri Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Pemkot Tomohon menghadiri peringatan Hari Tanpa Tembakau sedunia (Foto humas)

 

TOMOHON – Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) didampingi Kadis Kesehatan dr Deesje Liuw, MBiomed dan Direktur RSUD Anugerah Pratama menghadiri acara Puncak peringatan Hari tanpa tembakau sedunia 2019 yang di gelar di Auditorium Siwabessy Gedung Prof. Sujudi lantai 2 Kementerian Kesehatan RI Jakarta, Kamis (11/07/19).

 

Menteri  Kesehatan Nila F Moeloek mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia  untuk mendukung dan menerapkan Kawasan Tanpa  Rokok (KTR) di daerah masing-masing.

 

“Jangan sampai karena kebiasaan buruk kita merokok akan merugikan diri sendiri, terlebih merugikan orang lain sebagai perokok pasif,  karena dilakukan ditempat-tempat umum. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menerapkan KTR di daerah masing-masing, “ungkap Nila. 

 

Dikatakan Nila F Moeloek, saat ini Indonesia menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok. Prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok . 

 

Kecenderungan peningkatan prevalensi merokok terlihat lebih besar pada kelompok anak-anak dan remaja, Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi merokok penduduk usia ≤18 tahun dari 7,2% menjadi  9,1%.

 

Kajian Badan Litbangkes Tahun 2015 menunjukkan Indonesia menyumbang lebih dari 230.000 kematian akibat konsumsi produk tembakau setiap tahunnya. Globocan 2018 menyatakan, dari total kematian akibat kanker di Indonesia, Kanker paru menempati urutan pertama penyebab kematian yaitu sebesar 12,6%. 

 

Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan 87% kasus kanker paru berhubungan dengan merokok. Dalam berbagai riset, diketahui bahwa faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) utama yang bisa dicegah bersama adalah perilaku buruk merokok. 

 

“Rokok merupakan faktor risiko penyakit yang memberikan kontribusi paling besar dibanding faktor risiko lainnya. Seorang perokok mempunyai risiko 2 sampai 4 kali lipat untuk terserang penyakit jantung koroner dan memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit kanker paru dan PTM lainnya,” ungkap Nila. 

 

Disela-sela kegiatan ini sejumlah kepala daerah juga memperoleh penghargaan dari Menteri Kesehatan terkait komitmen daerah yang telah mampu menerapkan KTR dengan baik di daerahnya.

 

Tampak hadir juga Perwakilan WHO Dr Paranietharan, Jajaran Kemenkes RI serta Kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi utara, diantaranya Bupati Minahasa, Bupati Minsel dan Bupati Mitra. (denny)

 

 




error: Content is protected !!