oleh

Pejabat Hukum Tua Desa Tumpaan Mulai Arogan Terhadap Masyarakat

MINSEL-. Pejabat Hukum Tua Desa Tumpaan kecamatan Tumpaan berulah karena sudah mabuk dan tidak lagi menjadi pamong desa sebab sudah mencorengkan kepemimpinan FDW-PYR di masa perubahan yang menjadi salah satu tujuan membangun warga masyarakat sejahtera demi minsel lebih hebat.

Kejadian pada subuh jam 03.00 senin (14/06/21) di mana salah satu pejabat hukum tua yaitu Desa Tumpaan Marto Rumengan sudah dalam keadaan mabuk mendatangi beberapa warga dengan maksud menginterogasi domisili tempat tinggal terhadap RM (Jambrong) dan Kumayas (Mondor).

Pada kejadian tersebut oknum pejabat hukum tua meminta kartu Keluarga dan kartu tanda penduduk terhadap salah satu warga untuk di lihatnya dan apes setelah dilihat oknum hukum tua ini, dia hampir membakar kartu KK dan KTP tersebut yang di saksikan oleh beberapa warga di sekitaran tempat kejadian itu.

Kumayas menjelaskan bahwa kejadian ini membuat kita bingo karena nyanda ada hujan deng panas kong kiapa ini pejabat hukum tua so tanya masalah domisili tempat tinggal so amper siang bagini, kong lai so mabo, sedangkan masyarakat tau kita ini so lama jadi warga Desa Tumpaan sebelum dia menjabat hukum tua Ungkapnya dengan dialek bahasa manado sambil meneteskan air mata yang di lihat oleh beberapa warga.

Terhadap ulah pejabat hukum tua tersebut beberapa masyarakat meminta kepada pemimpin bapak bupati Franky Donni Wongkar dan wakil bupati Petra Yani Rembang untuk melihat kinerja terhadap oknum tersebut agar supaya digantikan saja dengan pejabat baru yang bisa mengeplosiakan kepemimpinan yang baik bagi warga. (ever)

News Feed