oleh

Aniaya Anak Kandung Hingga Tewas, AS Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

 

Minut – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Utara (Minut) dibawah kepemimpinan Kapolres AKBP Bambang Yudi Wibowo SIK menggelar Press Conference, yang diselenggarakan di Aula Polres Minut, pada Jumat, 05 Agustus 2022.

Press Conference tentang kasus ibu kandung yang aniaya anaknya hingga tewas, yang terjadi pada Kamis, 04 Agustus 2022 di Perum CBA Gold, Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, dipimpin oleh Kapolres AKBP Bambang Yudi Wibowo SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Fandi Ba’u.

Kapolres AKBP Bambang Yudi Wibowo SIK mengatakan, “Dalam penyelidikan terungkap bahwa motif pembunuhan dari tersangka AS (23) yang tega menghabisi nyawa anaknya masih berumur 1,6 bulan dengan cara menganiaya hingga tewas. Kronologi kejadiannya, berawal dari tersangka sedang menyuapi makanan ke korban (Anaknya-red), namun anaknya rewel, kemudian tersangka memukul tangan anaknya menggunakan telapak tangan kewajah sehingga anaknya terjatuh kebelakang dan membentur lantai dengan posisi terlentang dan sempat kejang-kejang dan bernafas berat.

Dari penganiayaan itu, tersangka berupaya menyadarkan anaknya dengan memancarkan air ke wajah serta melakukan resusitasi namun tidak ada gerakan. Akibat kejadian itu, tersangka lalu memesan Gojek dan langsung menuju Polsek Tikala, sedangkan korban ditinggalkan bersama babysitter AS yang juga menjadi saksi dalam kasus ini.

Saat melakukan penyelidikan terungkap satu minggu yang lalu tersangka juga tega menganiaya anaknya menggunakan botol bedak plastik, serta memukul di badan, tangan dan kaki anaknya. Barang bukti yang disita, satu botol bedak plastik my baby warna hijau”, ujar Kapolres AKBP Bambang Yudi Wibowo SIK.

Kasat Reskrim AKP Fandi Ba’u menambahkan, “Tersangka merupakan istri kedua, dikaruniai dua anak dan perbuatan ini sudah sering dilakukan dikarenakan kesal dengan suaminya yang jarang pulang. Terbukti dalam beberapa foto yang ditemukan, lengan kanan ada bekas-bekas luka, kaki kiri dalam kondisi bengkak, untuk dada dan perut cukup banyak bekas luka dan bagian wajah ada luka baru dan lebam akibat kena benda tumpul dan lebam di bagian pinggul dan mata, serta bekas cakaran kuku di bagian tangan, ada juga di kepala dan dibelakang telinga karena jeweran.
Untuk otopsi sudah dilakukan dan masih menunggu hasil dari RS Bhayangkara”, ungkap Kasat Reskrim AKP Fandi Ba’u.

Lanjut dikatakannya, “Akibat perbuatannya, pasal yang diterapkan terhadap tersangka dikenakan pasal 80 ayat 3 dan 4 UU RI Nomor 17 Tahun 2012. Ancaman hukuman 15 tahun penjara ditambah sepertiga karena dilakukan oleh orang tua kandung sesuai dengan ayat 3 dan 4 UU perlindungan anak. Serta Saat ini tersangka sudah ditahan di Polres Minut”, ujar Kasat Reskrim AKP Fandi Ba’u, seraya menambahkan, apabila masyarakat mengetahui ada kekerasan fisik terhadap anak, silahkan laporkan ke kantor Kepolisian.

(enol)