Bupati Joune Ganda Apresiasi Inovasi KTNA, Varietas Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG)

Minahasa Utara122 Dilihat

 

Minut – Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dibawah kepemimpinan Arly Dondokambey bersama penemu varietas Elsye Tenda dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) mempresentasikan Varietas Unggul Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG), di JG Center, pada Rabu, 29 Maret 2023.

 

Dihadapan Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, Arly Dondokambey bersama penemu variates Elsye Tenda dan perwakilan BRIN mempresentasikan inovasi terbaru, mengenalkan varietas unggul Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG), tentang manfaat dan keunggulan Kelapa Jingga Ganda (JG) tersebut.

Bupati Joune Ganda menyambut baik gebrakan Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Minahasa Utara dibawah kepemimpinan Arly Dondokambey untuk mengembangkan Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG) ini.

“Inovasi ini perlu diapresiasi dan disuport penuh. Saya akan segera memerintahkan Kepada dinas terkait yakni Dinas Pertanian untuk menindak lanjuti hal ini”, ungkap Bupati Joune Ganda.

Lanjut dikatakannnya, “Melalui dinas terkait kita akan adakan perjanjian kerjasama MoU dalam pengembangan Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG) ini, dengan menyediakan lahan sebanyak lima hektar untuk kebun bibit sekaligus dengan anggarannya”, ungkap Bupati Joune Ganda.

Baca juga:  Turun Drastis! Angka Prevalensi Stunting Minut 2023 Sentuh 10,9 Persen

Sementara itu Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Arly Dondokambey mengatakan, “Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG) ini dipersembahkan KTNA kepada masyarakat Sulut dan Minut khususnya karena memiliki beberapa keunggulan diantara jenis kelapa lainnya.

Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG) mempunyai antioksida yang tinggi sehingga bila dikonsumsi dapat meningkatkan daya tahan tubuh”, ujar Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Arly Dondokambey.

Lanjut dikatakannnya, “Saat ini kelapa belum bisa dijual di luar daerah Sulut akibat belum terregistrasi. Sebelum diregistrasi secara nasional, kelapa ini belum bisa dijual di luar Sulawesi Utara. Untuk itu bersama BRIN, penemu kelapa, kami sedang berupaya untuk proses registrasi dengan menempuh sejumlah tahapan”, tutur Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Arly Dondokambey.

Baca juga:  Gerakan Pangan Murah, Bupati Joune Ganda : Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 2024

“Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG) ini dibeli mulai 5.000-7.000 rupiah per biji. Kelapa ini sangat cocok dibuat kopra putih dengan ongkos produksi yang rendah namun dapat memperoleh hasil yang maksimal. Target kami tahun ini sudah menghasilkan bibit dan sudah terregistrasi sebagai produk lokal yang hanya ada di Minut”, tandas Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Arly Dondokambey.

Sementara itu, Ahli Madya BRIN Ismail Maskmoro mengatakan, “BRIN hadir bertemu dengan Bupati Minut bertujuan menyampaikan potensi Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG), dimana memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya, cepat berbuah bila ditanam, tidak cepat bertambah tinggi sehingga berpengaruh pada ongkos produksi, Jingga warnanya sehingga mengandung anti oksidan tinggi, hasilnya berlipat Ganda. Hal tersebut yang membuat kelapa ini dinamakan Kelapa Genjah Jingga Ganda (JG)”, ujar Ahli Madya BRIN Ismail Maskmoro.

(enol)