Ketua ISEI Manado, Joy Elly Tulung Jelaskan Apa Itu PDRB

Berita Utama, Manado81 Dilihat
Joy Elly Tulung, SE, MSc, PhD, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Manado (Foto: ist)

MANADO – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado, yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Unsrat Joy Elly Tulung, SE, MSc, PhD, mengatakan  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) memang adalah salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui kondisi ekonomi makro suatu wilayah. Selain itu, juga biasa digunakan sebagai alat untuk mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah.

“Jika besaran PDRB tinggi maka diharapkan mampu menggambarkan kesejahteraan ekonomi di wilayah tersebut juga tinggi dan berlaku juga sebaliknya. Dan memang secara akademis banyak penelitian yang menunjukan bahwa variabel PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia pada umumnya dan di daerah-daerah seperti provinsi dan kabupaten kota pada khususnya,” terang Tulung, Minggu (16/09/23).

Jadi, kata Tulung,  kalau di Kota Manado PDRBnya paling Tinggi se-Sulawesi Utara artinya memang di Kota Manado lah yang paling menarik perhatian bagi para pencari Kerja.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan PDRB di Indonesia yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), inflasi, Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Pengeluaran pemerintah daerah, dan tenaga kerja.

Perekonomian di kabupaten kepulauan Talaud yang disebabkan oleh kondisi geografis secara kepulauan yang memiliki jarak yang sangat jauh dari pusat perekonomian di Sulawesi Utara yakni kota Manado, sehingga mengakibatkan aktivitas perekonomian di kabupaten Kepulauan Talaud cenderung memiliki biaya yang tinggi baik dari sisi konsumsi maupun sisi produksi.

Baca juga:  Datu Paparkan Tahapan Proses Perekrutan Petugas Pantarlih

Ditambah lagi, harga komoditi unggulan seperti cengkih, pala, kopra cenderung murah di tingkat petani, demikian pula hasil alam yang lain. Investasi skala menengah maupun besar masih kurang.

“Oleh karena itu maka kekuatan sektoral atau lapangan usaha perekonomian di Kabupaten Kepulauan masih tergolong lemah dan kurang prospektif. Oleh karena itu tidak heran PDRB Kabupaten Talaud Adalah yang terendah di Sulawesi Utara dan itu harusnya menjadi tantangan bagi Pemkab Talaud, karena pemerintah setempat memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah,” jelas Dosen Fekon Unsrat Manado tersebut.

Dikatakannya, Pemerintah daerah hendaknya lebih berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, oleh karena itu pemerintah daerah harus aktif meningkatkan Investasi di Kabupaten Kepulauan Talaud dengan mengajak investor dari luar daerah dan juga harus mempermudah regulasi dalam proses perizinan melakukan investasi karena investasi memiliki potensi menciptakan dan menyerap tenaga kerja.

“Apalagi di era serba digital saat ini, pemerintah diharapkan mampu untuk mengajak masyarakat untuk berinvestasi karena akan menumbuhkan iklim bisnis. Semakin banyak investasi atau penanaman modal yang dilakukan, maka akan semakin banyak pula bisnis-bisnis baru yang bermunculan,” ucap Doktor jebolan Belanda itu.

Baca juga:  Sekda Micler Lakat Wakili AARS Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APEKSI

Banyaknya bisnis baru dan UMKM yang bermunculan akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, yang mana secara jelas akan mendukung pertumbuhan daya beli konsumen serta konsumsi rumah tangga. Pemerintah daerah agar mendorong pertumbuhan sektor industri untuk lebih meningkatkan produksi.

Hal ini dapat didukung dengan meningkatkan investasi terkhusus pada sektor industri di Kabupaten Kepulauan baik itu dalam PMDN maupun PMA. Dengan investasi yang berbentuk padat karya agar lebih kompetitif tanpa mengecualikan pada investasi yang bersifat padat modal.

“Pemerintah daerah harus aktif untuk meningkatkan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud dengan cara memaksimalkan PAD melalui sektor pajak maupun dari retribusi daerah agar perekonomian Kabupaten Kepulauan Talaud dapat meningkat sehingga pemerintah daerah dan swasta dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dengan membuka lapangan kerja baik di sektor BUMD maupun swasta di Kabupaten Kepulauan Talaud,” pungkasnya.

Sebenarnya tantangan yang dihadapi sama karena komoditas andalan hampir sama walaupun jarak memang lebih jauh, itu yang disebut diatas, jadi bagaimana seharusnya pemerintah setempat menjawab tantangan tersebut.

“Pemda itu harusnya memiliki peran sebagai koordinator, fasilitator, dan stimulator bagi lahirnya inisiatif-inisiatif pembangunan daerah,” tandasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *