SBANL Pimpin RDPU Terkait Evaluasi Ranperda & Perda Ketahanan Pangan

Ir Stefanus BAN Liow MAP

MANADO – Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI Ir. Stefanus BAN Liow, MAP memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dalam rangka pemantauan dan evaluasi Ranperda dan Perda tentang Ketahanan Pangan.

RDPU yang berlangsung di Ruang Sriwijaya DPD RI Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (1/2) menghadirkan tiga narasumber.

Ketiga narasumber yakni Prof. Dr. Ir. Sobir, M.Si. (Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB); Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Periode 2022-2026/Guru Besar Fak. Teknologi Pangan & Kesehatan Universitas Sahid Jakarta Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si, dan Presiden Pangan Publik Indonesia Budimansyah Nasution, S.TP., CIAS., CAHSE., CDMS.

Stefanus BAN Liow mencatatkan beberapa pokok persoalan sebagai hasil diskusi dalam RDPU ini adalah:

a. Diperlukan penguatan gerakan pangan lokal, peningkatan produktivitas, dan revitalisasi serta membangun sistem pangan lokal baik melalui program ekstensifikasi maupun intensifikasi, fokus dan berkelanjutan yang bermuara pada keragaman/diversifikasi pangan lokal nusantara.

b. Diperlukan penguatan peran teknologi pangan untuk mengurangi food loss & food waste penerapan teknologi pengawetan pangan pasca panen, pengolahan pangan segar menjadi intermediate product, pengembangan kemasan pintar untuk memaksimalkan umur simpan, dan inovasi produk baru dari bagian tidak dapat dimakan suatu komoditas.

c. Diperlukan berbagai langkah dan kebijakan pemerintah secara kolaboratif dalam rangka mengantisipasi dan penyelesaian permasalahan di sektor pertanian pangan di tengah munculnya tantangan di sektor pertanian dan penyediaan lahan, diantaranya menurunnya lahan subur dan persaingan antar sektor, menurunnya ketersediaan dan kualitas air, serta menurunnya kualitas SDM, sementara terjadi penambahan populasi dan peningkatan konsumsi energi perkapita.

d. Mendorong pertanian yang berdaya saing, dengan beberapa komponen kualitas lebih baik, harga lebih murah, dan pasokan lebih terjamin.

Selanjutnya peningkatan produksi pada lahan yang sudah ada dengan metode berkelanjutan, peningkatan kapasitas produksi dengan aplikasi teknologi dan pengembangan komoditas baru, serta menjaga kelestarian alam dalam rangka menjamin produksi jangka berkelanjutan.

e. Dalam rangka mengantisipasi dan menyiapkan SDM pertanian ke depan, perlu membuat pertanian lebih menarik bagi para petani muda melalui perubahan mindset, pengembangan smart farming, dan transformasi pertanian berteknologi, agar daya minat petani muda (millennial) semakin tinggi.

f. Pemerintah perlu membangun kemitraan dengan berbagai pihak dalam mengidentifikasi lahan potensial berbasis kebutuhan dan lingkungan daerah sesuai karakter pangan setempat.

 

“Kegiatan RDPU terkait dengan ketahanan pangan ini kemudian akan dibahas dan didalami lebih lanjut sebagai bagian dari tahap pemantauan BULD DPD RI terhadap ranperda/perda tentang ketahanan pangan,” ujar Senator asal Sulut tersebut¬† (**)