Sekda Micler Lakat Hadiri Syukuran Perayaan Tahun Baru Imlek

Sekretaris Daerah Kota Manado Dr Micler C.S Lakat SH.MH menghadiri syukuran Perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili yang dirayakan oleh umat Khonghucu Provinsi Sulawesi di Klenteng Kong Zi Miao, (Foto: MCSL)

MANADO – Sekretaris Daerah Kota Manado Dr Micler C.S Lakat SH.MH menghadiri syukuran Perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili yang dirayakan oleh umat Khonghucu Provinsi Sulawesi di Klenteng Kong Zi Miao, Minggu 11 Februari 2024.

(Foto: MCSL)

Turut hadir juga Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Robertus Legowo Jatmiko, Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait SH.S.IK, Mewakili Gubernur Sulut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut Jani Lukas S Pi.,M Si, Perwakilan Danlantamal VIII Kolonel Yakobus, Ketua MUI Provinsi Sulut KH Abdul Ghafur Abdul Wahab, dan hadir juga perwakilan Kakawil Kemenag Sulut Pdt.Anneke M Purukan,
Kepala Bidang Pendidikan Kristen.

(Foto: MCSL)

Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Provinsi sulut Ir. Pon Riano Baggy mengatakan Perayaan Tahun Baru Imlek sejatinya sudah dirayakan penduduk Indonesia beragama khonghucu khususnya warga Thionghoa pada umumnya sudah dilaksanakan sejak lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

(Foto: MCSL)

Setelah Merdeka, Presiden Soekarno menyatakan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur. Namun, di masa orde baru, perayaan Imlek hanya boleh dirayakan oleh keluarga.

Sekretaris Daerah Kota Manado Dr Micler C.S Lakat SH.MH menghadiri syukuran Perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili yang dirayakan oleh umat Khonghucu Provinsi Sulawesi di Klenteng Kong Zi Miao, (Foto: MCSL)

“Perayaan Imlek baru boleh dirayakan secara terbuka pada jaman Presiden KH Abdurrahman Wahid. Dengan adanya Kepres 6 Tahun 2000 umat Khonghucu dan Thionghoa kembali memperoleh kebebasan untuk merayakan tahun baru imlek secara terbuka,” kata Baggy.

Ia pula menyebutkan, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia mempelopori perayaan hari raya tahun baru Iimlek nasional untuk pertama kali pada tanggal 17 februari 2000 di balai Sudirman Tebet Surabaya yang dihadiri oleh Presiden Abdurrahman Wahid bersama Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri.

“Sejak itulah perayaan tahun baru imlek secara nasional diselenggarakan sejak Presiden KH Abdurrahman Wahid hingga saat ini,” paparnya.

“Pada perayaan kali ini keluarga besar Matakin merayakan secara nasional, termasuk Matakin Sulut, secara serentak menggelar perayaan dengan tema ‘Malu Bila Tidak Tahu Malu, Menjadikan Orang Tidak Menanggung Malu. Intinya mengajak kita semua selalu sadar berjalan di jalan kebenaran, kepatutan dan kepantasan agar tidak menanggung malu di kemudian hari,”pungkasnya.

Sementara itu, mewakili pemerintah dan masyarakat kota Manado, Sekertaris Daerah DR. Micler Lakat SH.MH menyampaikan selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili bagi umat Khonghucu yang merayakan.

“Mewakili Pak Walikota Manado, Pak Andŕei Angouw bersama Wakil Walikota dr. Richard Sualang menyampaikan selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili bagi umat Khonghucu yang merayakan. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan ini juga menjadi momentum kita untuk membangun tali silaturahmi,” tuturnya.

Sekda Micler Lakat menekankan bahwa kerukunan antar umat beragama di Kota Manado sangat terjaga dan harmonis. dimana itu menjadi modal sosial bagi pembangunan Kota Manado kedepannya.

“Marilah kita menjaga dan merawat kerukunan dalam mengatasi berbagai tantangan, bersinergi bersama untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Manado yang kita cintai bersama,” ujar Sekda Micler saat ditemui media ini. (**)