Dituduh Dugaan Penghinaan, Angouw: Saya Tak Kenal Arthur Mumu, Siapa Dia?

Berita Utama, Manado6102 Dilihat
Andrei Angouw

MANADO – Aksi nekat Oknum dengan inisial AM (Arthur) melayangkan laporan kepolisian dengan nomor LB/B/240/V/2024/SPKT/Polda Sulawesi Utara, bertanggal 7 Mei 2024.

Surat laporan itu ditujukan kepada terlapor, Wali Kota Manado Andrei Angouw dengan laporan dugaan Tindak Pidana Penghinaan.

Dalam uraian surat itu, Andrei Angouw cs, dilaporkan oknum AM itu karena keberatan atas tindakan terlapor yang telah memfitnah pelapor.

“Pelapor sangat keberatan atas tindakan terlapor yang telah memfitnah pelapor dengan melakukan pernyataan di media dan mengatakan bahwa pelapor telah melakukan pemerasan dan meminta ratusan juta uang kepada terlapor Wali Kota Manado Andrei Angouw, Michael Van Essen dan kontraktor pelaksana proyek stal kuda,” demikian isi kutipan laporan pelapor AM kepada kepolisian.

Baca juga:  Komunitas Masyarakat Pesisir & Nelayan Bitung Karangria Dukung Reklamasi

Namun ketika dimintai tanggapan, orang nomor satu di Kota Manado tersebut dengan santai mengatakan tidak mengenal oknum tersebut

“Siapa itu Arthur Mumu?. Saya tidak kenal, bagaimana mau menuduh, kenal saja tidak,” kata Angouw singkat pada Selasa (07/04/24) sore.

Diketahui, laporan tersebut dilayangkan Arthur berdasarkan pemberitaan beberapa media soal pembangunan proyek Stal Kuda oleh Pemerintah Kota Manado yang berada di Kelurahan Paniki II Kecamatan Mapanget.

Proyek itu rupanya telah dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dalam meraup keuntungan pribadi.

Terbukti, pemasangan baliho penolakan pembangunan yang diduga dimotori lelaki bernama John dan AM alias Arthur, yang gencar membuat dan memviralkan berita tersebut ke media sosial.

Baca juga:  Walikota Manado Bersama Warga Bersih-Bersih Pantai Karangria

Terinformasi dan diduga keduanya sering melakukan permintaan uang saat melancarkan aksi mereka.

“Info yang kami terima diduga mereka minta uang hingga ratusan juta dengan modus kalau ingin baliho tersebut mau diturunkan dan berita tidak diviralkan,” ujar sumber yang meminta namanya tidak disebut.

Soal hal tersebut, Michael Van Essien selaku pemilik lahan membenarkan jika dia memang tidak pernah memerintahkan Arthur untuk memasang baliho di lokasi itu.

“Kita nda tau soal baliho itu dan kita nda pernah perintahkan dorang pasang baliho, ini John dengan Arthur pe permainan, dorang dua itu beking cerita macam macam padahal semuanya nda betul,” papar Van Essien. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *